Infrastruktur

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan di Kota Ambon. Infrastruktur juga memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi. Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya. Pembangunan infrastruktur pedesaan adalah bagian integral dari pembangunan Kota Ambon. Infrastruktur merupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi. Kegiatan sektor transportasi merupakan tulang punggung pola distribusi baik barang maupun penumpang. Infrastruktur lainnya seperti kelistrikan dan telekomunikasi terkait dengan upaya modernisasi bangsa dan penyediaannya merupakan salah satu aspek terpenting untuk meningkatkan produktivitas sektor produksi. Ketersediaan sarana perumahan dan permukiman, antara lain air minum dan sanitasi, secara luas dan merata, serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Salah satu landasan yang digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan peran kelembagaan dalam pembangunan perumahan dan permukiman adalah Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman. Undang-Undang ini menyebutkan bahwa perumahan berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan, sedangkan pemukiman adalah bagian dari lingkungan hidup di luar kawasan hutan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan maupun kawasan pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan penghidupan.

Prasarana Jalan

Desa Nania berada pada poros utama jalan lintas Ambon-Laha. Kondisi permukaan jalan poros utama cukup baik karena dilapisi dengan aspal Hotmix, namun bangunan penunjangnya seperti gorong-gorong perlu diperbesar akibat debit air yang sangat besar pada saat musim hujan.

Jalan-jalan penghubungan yang melingkar dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Nania baik jalan lingkungan, jalan setapak maupun jalan kebun kondisinya cukup memprihatinkan karena sebagian telah rusak. Dari data yang tersedia, panjang jalan yang melingkar Desa Nania adalah 5 Km, dengan bangunan pelengkap seperti drainase/saluran sepanjang 3 Km, gorong-gorong sebanyak 1 buah dengan panjang 10 meter, jembatan sebanyak 1 buah dengan panjang 7 meter, talud sepanjang 2.000 M. Gambaran  terhadap kondisi infrastruktur di Desa Nania dapat dilihat pada.

Tabel : Panjang Jalan dan Bangunan Pelengkap serta Kondisinya

 No. Jenis Bangunan Panjang Jenis Perkerasan Kondisi
Tanah Aspal Beton Rusak Berat Rusak Ringan Baik
1 Jalan Utama 1 Km 1 Km 1 Km
2 Jalan Lingkungan 5 Km 5 Km 1 Km
3 Jalan Setapak 2 Km 1 Km 1 Km 0,5 Km 0,3 Km 0,2 Km
4 Jalan Kebun 8 Km 8 Km
5 Jembatan 10 M 10 M 10 M
6 Drainase/Saluran 2000 M 1000 M 1000 M 300 M 700 M
7 Gorong-Gorong 20 M 10 M 10 M 10 M 10 M
8 Talud 2000 M 1600 M 400 M 150 M 150 M 100 M

Sumber; Pemerintah Desa Nania

Sungai

Di Desa Nania terdapat 2 buah sungai yang melintasi permukiman masyarakat mulai dari ujung RT.001 sampai dengan RT.006. sungai ini mengalir sepanjang musim seperti sungai Wai Nini dan Wai Salak. Banjir atau genangan air yang mengancam permukiman penduduk disebabkan karena bagian tepian/bantaran sungai belum dibuat tanggul/talud pengaman, dengan menggunakan struktur tembok beton maupun pemasangan bronjong.

Tembok Penahan Ombak

Permukiman pendudukan Desa Nania terbentang linier sepanjang pantai laut membujur dari arah Barat menuju ke arah Timur dengan panjang 1 Km. Pada lokasi tersebut, Pemerintah Kota Ambon belum membangun talud atau tembok penahan ombak. Untuk itu dimohon perhatian pemerintah terhadap masalah ini.

Air bersih

Pelayanan air bersih bagi kebutuhan masyarakat diperoleh dari beberapa sumber yang ditampung di bak penampungan (recervoar) sebelum disalurkan secara grafitasi pada lokasi RW. 003 dan mesin pompa air pada lokasi RW. 002 melalui jaringan perpipaan ke pemukiman masyarakat. Dengan adanya penyaluran air secara grafitasi dan sistem mesin poma belum mencukupi untuk kebutuhan masyarakat akibat dimensi pipanisasi kecil dan kapasitas mesin kecil sehingga tidak dapat secara normal untuk mengalirkan air ke permukiman masyarakat. Perlu dijelaskan bahwa RW.001 (RT.001 s/d RT.006) masih menggunakan sumur galian yang airnya tidak bisa dikonsumsi dengan baik akibat airnya bercampur zat kapur. Untuk itu diperlukan perhatian pemerintah terhadap permasalahan ini.

Lingkungan Hidup

Masalah  lingkungan hidup menjadi isu global yang meminta perhatian dunia internasional  oleh karena terkait dengan ancaman serius terhadap keberlangsungan kehidupan di planet ini. Acaman ini sesungguhnya adalah produk dari akumulasi berbagai aktivitas manusia terhadap sumberdaya alam bagi kepentingannya.  Eksploitasi sumberdaya alam yang berlebihan tanpa memperhitungkan daya dukung dan keseimbangan lingkungan, berdampak pada berbagai masalah lingkungan yang dihadapi oleh manusia saat ini, baik dalam bentuk pemanasan global (efek rumah kaca), perubahan iklim yang ekstrim di berbagai wilayah (pergeseran musim hujan dan panas yang tidak menentu), masalah erosi, banjir, tanah longsor dan lain-lain.

Desa Nania, memiliki potensi sumberdaya alam khususnya bahan Galian Golongan “C” yang cukup potensial. Penggunaan dan pemafaatannya harus benar-benar mempertimbangkan aspek keseimbangan daya dukung lingkungan dan perkiraan ancamannya bagi lingkungan permukiman ke depan. Gejala-gejala ini mulai terlihat dengan tingginya abrasi pantai, banjir yang melanda sebagian permukiman masyarakat maupun ancaman lingkungan lainnya.

Fenomena lain yang juga berpengaruh pada lingkungan hidup adalah dengan cara membuang atau mengelola sampah yang kurang baik. Kebiasaan-kebiasaan buruk masyarakat untuk menggampangkan cara membuang sampah pada sembarang tempat (jurang, saluran drainase, tempat-tempat terbuka, sungai dan pantai) dipastikan memperburuk kondisi fisik lingkungan hidup, apalagi laut dan pesisir adalah salah satu andalan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga sehingga harus dijaga kelestariannya.

Bagikan Ke Teman :

Copyright © 2019. Pemerintah Desa Nania. Powered by LendCreative